Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ja’far bin Muhammad,“Apa
buktinya bahwa Allah itu ada? Tetapi kamu jangan menyebut adanya alam semesta
ini, adanya sifat, dan adanya materi.”
Ja’far kemudian berkata kepadanya, “Apakah kamu pernah naik
perahu?”
Laki-laki itu menjawab, “Iya.”
Ja’far melanjutkan, “Seandainya angin puyuh menyerang
perahumu hingga kamu hampir tenggelam, dan kamu sudah tidak bisa lagi
mengandalkan siapa pun di situ. Dalam keadaan kritis seperti itu, kepada siapa
lagi kamu akan berseru meminta pertolongan?”
laki-laki itu menjawab, “Kepada Allah.”
Mendengar jawaban itu, Ja’far berkata kepadanya, “Nah, itu
menjadi bukti bahwa Allah itu ada. Di dalam Al-Qur’an Allah berfirman, ‘Dan
apabila kamu ditimpa bahaya di lautan. Niscaya hilanglah siapa yang kamu seru
kecuali Dia.’ (Al-Israa’:67). Dalam ayat lain disebutkan, ‘Dan bila kamu
ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.’”
(An-Nahl;53)
Dikutip dari ‘Min Rawa’i Tarikhina’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar